HIMSISFO

Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Mercubuana


    Harga BBM Turun, Jalanan Tetap Macet, Apa Untungnya?

    Share
    avatar
    Alen1.1
    Super Administrator
    Super Administrator

    Male Jumlah posting : 82
    Age : 28
    Fakultas : Fasilkom
    Jurusan : sistem informasi
    Interest in : Visual Basic,xna,C#
    Registration date : 07.01.09

    Harga BBM Turun, Jalanan Tetap Macet, Apa Untungnya?

    Post by Alen1.1 on Mon Jan 26, 2009 6:29 pm

    Agus Pambagio - detikNews



    Jakarta
    - Hari Minggu pagi
    lalu saya memesan taksi via telpon untuk mengantar saya dari rumah ke
    bandara Soekarno-Hatta pada pukul 07.00 pagi. Pengemudi yang bernama
    Pak Berlian bercerita bahwa semenjak Pemerintah menurunkan harga BBM
    bersubsidi (Premiun dan Solar) beberapa kali dan terakhir pada tanggal
    15 Januari 2009, menjadi Rp 4.500/liter, jalanan di Jakarta menjadi
    semakin macet dan penumpang sepi. Bagi Pak Berlian, penurunan harga
    BBM bersubsidi tidak membuat dia senang tetapi pusing. Mengapa bisa
    demikian ?

    Pertama setoran tidak turun meskipun harga premium
    turun, jadi bebannya sebagai pengemudi taksi tidak berkurang. Kedua
    penumpang sepi karena yang semula menjadi pelanggannya kini tidak lagi
    menggunakan taksinya tetapi kembali menggunakan kendaraan pribadi
    setelah harga Premiun turun menjadi Rp 4.500/liter. Ketiga jalanan
    menjadi lebih macet karena harga BBM murah masyarakat kembali
    menggunakan mobil pribadi untuk beraktivitas. Jadi kebijakan Gubernur
    DKI tentang pengaturan jam sekolah dan jam kantor untuk mengurangi
    kemacetan menjadi tidak jelas dan kurang bermanfaat. Jalan raya di DKI
    tetap macet….cet….cet dan akan bertambah macet jika turun hujan.

    Lalu
    apa untungnya untuk masyarakat dengan turunnya harga premium dan solar
    ? Harga komoditas pokok, seperti beras, gula, minyak goreng dll juga
    tidak turun karena tidak terkait langsung dengan BBM, kecuali ongkos
    angkut. Ongkos angkut tidak ikut turun karena pungli di jalan raya juga
    tidak turun (setahun biaya pungli mencapai Rp 18 - 40 triliun/tahun).
    Harga suku cadang juga tidak turun karena bea masuk dan biaya produksi
    tidak turun. Jadi apa gunanya harga BBM turun namun tidak berdampak
    langsung bagi masyarakat ? Ingat dengan turunnya harga BBM, maka
    penerimaan Negara dari ekspor sektor migas juga merosot.

    Antara Tebar Pesona dan Manfaat


    Pemilu
    2009 sudah di ambang pintu. Keputusan Presiden SBY memberlakukan harga
    baru untuk solar dan premium tidak berdampak banyak pada ekonomi
    masyarakat selain dampak psikologi sesaat alias tebar pesona. Mengapa
    demikian ?

    Pertama, turunnya harga BBM di Indonesia karena
    memang harga minyak mentah dunia turun, jadi bukan prestasi Pemerintah.
    Kedua, karena dengan turunnya harga BBM hampir tidak mempunyai dampak
    positif bagi rakyat kecuali pemilik kendaraan, karena harga komoditi
    lain tidak turun. Dan ujung-ujungnya jalanan bertambah macet.

    Di
    sektor transportasi tanpa pemaksaan 'khusus' dari Pemerintah Daerah,
    tarif angkutan kota tidak mungkin akan turun mengingat komponen biaya
    BBM dalam sistem transportasi hanya sekitar 20% dari total biaya.
    Komponen terbesar adalah biaya suku cadang, biaya awak dan .... biaya
    pungli. Jadi cukup sulit bagi pemilik kendaraan angkutan umum untuk
    menurunkan biaya transportasi ketika harga BBM turun, mengingat tarif
    angkutan darat saat ini belum mencapai keekonomiannya. Namun jika
    dipaksa oleh regulator, tentu para pemilik angkutan umum akan
    menurunkan juga tarifnya.

    Kebijakan Pemerintah SBY untuk
    menurunkan harga BBM tentunya secara politik akan mendapatkan apresiasi
    dari masyarakat. Pertanyaannya apakah memang benar penurunan harga BBM
    berdampak positif langsung bagi masyarakat ? Jawabannya adalah belum
    tentu! Buktinya meskipun harga BBM turun tidak diikuti oleh turunnya
    harga komoditas lainnya. Bahkan sebagian harga komoditas naik. Jadi
    kebijakan ini lebih pada kebijakan tebar pesona menjelang Pemilu saja,
    belum terasa manfaatnya bagi publik.

    Dampak Penurunan Harga BBM Bersubsidi


    Jadi
    keputusan Presiden untuk menurunkan harga BBM tentunya hanya disambut
    hangat oleh pemilik kendaraan pribadi tetapi tidak untuk sektor-sektor
    industri, kecuali ada campur tangan Pemerintah, seperti penetapan tarif
    angkutan umum dan penurunan harga BBM industri pasca diturunkannya
    harga BBM pada tanggal 15 Januari 2009.

    Untuk publik tidak
    terasa dampak penurunan harga BBM bersubsidi karena pengaruh pada
    komoditi lain minim. Yang ada, publik menjadi lebih sengsara karena
    jalanan bertambah macet. Industri juga belum bergerak karena BBM untuk
    industri tidak turun, dsb. Kebijakan Pemda DKI tentang pengaturan jam
    sekolah dan pegawai swasta juga semakin tidak berpengaruh terhadap
    kepadatan di wilayah DKI Jakarta. Yang pada akhirnya akan membuat
    belanja BBM oleh rakyat juga meningkat.

    Dampak penurunan harga
    BBM bersubsidi terhadap harga-harga kebutuhan pokok, biaya transportasi
    dan harga-harga barang dan jasa lainnya juga belum secara signifikan
    dirasakan oleh masyarakat. Di sisi lain pengaruh penurunan harga BBM
    terhadap APBN 2009 juga kurang menggembirakan karena masih memunculkan
    angka subsidi untuk premium sebesar Rp 9,4 triliun dan solar sebesar
    Rp 13 triliun.

    Kemacetan di jalan sekitar Jabodetabek, khususnya
    DKI Jakarta saat ini semakin parah karena pengguna kendaraan pribadi
    kembali meningkat. Mereka yang tadinya dalam beraktivitas telah
    menggunakan angkutan umum: seperti taksi, busway, sepeda motor kembali
    menggunakan mobil pribadi, karena tarif taksi dan Busway belum turun
    paska penurunan harga BBM bersubsidi.

    Akhir kata turunnya harga
    BBM sepertinya lebih bersifat politis belaka untuk menghadapi Pemilu
    2009 bukan untuk menurunkan biaya-biaya lain yang menjadi beban publik,
    termasuk biaya transportasi umum dan biaya-biaya pokok kebutuhan hidup
    lainnya.


    _________________
    janganlah selalu Inilah ayah saya,inilah paman saya,inilah teman saya...

    Tapi Inilah saya dengan segala kelebihan dan banyak kekurangan.

      Waktu sekarang Tue Oct 16, 2018 8:15 pm